Jumat, 29 Juni 2012

RPP Pencernaan Makanan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

A.    IDENTITAS SEKOLAH
SATUAN PENDIDIKAN                                   :  SMA
KELAS / SEMESTER                             :  XI / II
PROGRAM/ PROG. KEAHLIAN         :  -
MATA PELAJARAN / TEMA                :  BIOLOGI
ALOKASI WAKTU                                :  5 X 45 MENIT ( 3 x PERTEMUAN )

B.     STANDAR KOMPETENSI
3.   Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan / penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas

C.     KOMPETENSI DASAR
3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan / penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan.

D. INDIKATOR
-          Menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana
-          Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh
-          Menghubungkan  struktur dan  fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan makanan manusia.
-          Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ sistem pencernaan makanan manusia.
-          Menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan menggunakan gambar.
-          Menghubungkan antara struktur dan fungsi sistem pencernaan pada hewan vertebrata

E.     TUJUAN PEMBELAJARAN
-          Siswa dapat menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana
-          Siswa dapat mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh
-          Siswa dapat menghubungkan  struktur dan  fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan makanan manusia.
-          Siswa dapat menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ sistem pencernaan makanan manusia.
-          Siswa dapat menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan menggunakan gambar.
-          Siswa dapat menghubungkan antara struktur dan fungsi sistem pencernaan pada hewan vertebrata

F.      PENGEMBANGAN KARAKTER
  1. Jujur
  2. Kerja keras
  3. Toleransi
  4. Rasa ingin tahu
  5. Komunikatif
  6. Menghargai prestasi
  7. Tanggung Jawab
G.    MATERI PEMBELAJARAN

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

Makhluk hidup autotrof, seperti tumbuhan hijau, dapat menghasilkan makanannya sendiri, sedangkan hewan dan manusia tidak. Makanan yang dikonsumsi oleh makhluk hidup heterotrof harus dicerna dahulu. Ketika kamu lapar, kemudian makan, makanan itu tidak langsung diubah menjadi energi. Setelah mengalami proses pencernaan, barulah zat makanan dapat diserap oleh tubuh dan diubah menjadi energi. Dalam bab ini, kamu akan mempelajari bagaimana sebenarnya perjalanan makanan di dalam tubuh untuk menghasilkan energy, sebelum akhirnya dikeluarkan.
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Tubuh manusia memperoleh tenaga dan energi dari makanan. Makanan dibutuhkan oleh manusia untuk kelangsungan hidup dan menjalankan aktifitasnya. Fungsi makanan antara lain menyediakan materi yang dibutuhkan oleh tubuh un tuk tumbuh serta memperbaiki jaringan yang rusak.
Sistem pencernaan memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sistem pencernaan memecah makanan menjadi molekul yang dapat digunakan oleh tubuh. Kemudian, molekul tersebut diserap oleh tubuh ke dalam darah dan diangkut ke seluruh tubuh. Akhirnya, sisa pencernaan dikeluarkan dari tubuh.
1.      Makanan bergizi
Pola makan yang bermasalah dapat menyebabkan penyakit, termasuk penyakit defisiensi (kekurangan zat gizi tertentu). Syarat makanan bergizi yang baik untuk tubuh adalah :
a.       Menu seimbang (nasi, sayur, lauk, buah, susu)
b.      Tujuh kelompok bahan pokok makanan (kelompok asal bahan makanan asal susu, kelompok daging, kelompok beras, kelompok minyak, kelompok sayur-sayuran, kelompok buah-buahan, kelompok kacang-kacangan)
c.       Nilai gizi dan kriteria dan makanan bermutu (bergizi tinggi, higenis, mudah dicerna, cukup kalori, berasal dari beberapa jenis makanan, warna, rasa, bau membangkitkan selera makan)
d.      Usaha perbaikan gizi (penyuluhan gizi, penyediaan bahan makanan)
e.       Status gizi (rumus broca, rumus IMT)
f.       Kebutuhan energy dan jumlah makanan
g.      BMR (Basal Metabolic Rate) dan RME (Resting Metabolic Expenditure)
h.      Variasi dan komposisi makanan.

2.      Zat-zat makanan
Zat makan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Makanan yang kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan dalam jumlah tepat dan mengantung zat nutrisi lengkap, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.

3.      Sistem pencernaan manusia
Secara umum, proses pencernaan makanan pada manusia melalui dua tahap, yaitu pencernaan fisik (mekanis) dan pencernaan kimiawi. Pencernaan fisik merupakan proses perubahan molekul makanan yang berukuran besar menjadi berukuran kecil, misalnya penghancuran makanan dengan gigi atau dengan otot lambung. Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan molekul-molekul bahan organic yang ada dalam bahan makanan dari bentuk yang kompleks menjadi molekul lebih sederhana dengan bantuan enzim. Sistem pencernaan makanan merupakan tempat terjadinya kedua proses perubahan tersebut.
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar yang berhubungan dengan proses pencernaan. Saluran pencernaan terdiri dari rongga mulut, esophagus, lambung, intestinum, kolon. Sedangkan kelenjar penceranaan terdiri dari pancreas dan hati.

4.      Sistem pencernaan pada hewan
Sistem pencernaan pada hewan mamalia pada umumnya sama dengan manusia, kecuali pada susunan dan bentuk gigi serta struktur lambung, khususnya pada hewan pemamah biak dan hewan karnivora.

H.    ALOKASI WAKTU
1.      5 x 45 menit (3 x pertemuan) Jumlah pertemuan 5 x 45 menit dialokasikan untuk 3 kali pertemuan
2.      Pertemuan 1 : mencapai indikator 1 dan 2
Pertemuan 2 : mencapai indikator 3 dan 4
Pertemuan 3 : mencapai indikator 5 dan 6

I.       METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan pertama
1.      Model Pembelajaran   :  Langsung dan  Kooperatif tipe Inquiry
2.      Metode Pembelajaran : 
a.      Ceramah
b.     Praktikum
c.      Penugasan
d.     Presentasi
e.      Tanya jawab

Pertemuan kedua
1.      Model Pembelajaran  : Langsung (dengan torso)
2.      Metode Pembelajaran :
a.       Ceramah
b.      Penugasan
c.       Tanya jawab

Pertemuan ketiga
1.      Model Pembelajaran : Langsung dan Kooperatif tipe Picture and Picture
2.      Model Pembelajaran :
a.       Ceramah
b.      Identifikasi gambar
c.       Tanya jawab

J.       KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan pertama
1.      Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )
·         Guru mengucapkan salam
·         Guru mengabsen siswa
·         Guru melakukan apresiasi dan motifasi siswa (apakah kandungan gizi?)
·         Guru menuliskan topik pembelajaran di papan tulis
·         Guru membacakan topik pembelajarannya

2.      Kegiatan inti ( 70 menit )
Ø  Eksplorasi (15 menit)
·      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan disampaikan sesuai dengan indikator.
Ø  Elaborasi (45 menit)
·      Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 5 orang.
·      Guru menugaskan masing-masing kelompok untuk mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru sesuai dengan indikator.
·      Guru sebagai fasilitator, motivator, moderator dalam diskusi devisi dan mengecek lembar observasi.
Ø  Konfirmasi (10 menit)
·      Guru menugaskan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
·      Siswa bertanya jawab dengan guru tentang hal-hal yang tidak diketahui siswa.
3.      Kegiatan Akhir ( 10 menit )
·         Guru membimbing siswa menyimpulkan semua materi mengacu pada indikator atau tujuan.

Pertemuan kedua
1.      Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )
·         Guru mengucapkan salam
·         Guru mengabsen siswa
·         Guru melakukan apresiasi dan motifasi siswa (apa yang dimaksud dengan sistem pencernaan?)
·         Guru menuliskan topik pembelajaran di papan tulis
·         Guru membacakan topik pembelajarannya

2.      Kegiatan inti ( 70 menit )
Ø  Eksplorasi (15 menit)
·      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan disampaikan sesuai dengan indikator.
Ø  Elaborasi (45 menit).
·      Guru menugaskan kepada para siswa untuk mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru sesuai dengan indikator.
·      Guru sebagai fasilitator, motivator, moderator dalam diskusi devisi dan mengecek lembar observasi.
Ø  Konfirmasi (10 menit)
·      Guru menugaskan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
·      Siswa bertanya jawab dengan guru tentang hal-hal yang tidak diketahui siswa.
3.      Kegiatan Akhir ( 10 menit )
·         Guru membimbing siswa menyimpulkan semua materi mengacu pada indikator atau tujuan.
·         Guru memberikan evaluasi.

Pertemuan ketiga
1.      Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )
·         Guru mengucapkan salam
·         Guru mengabsen siswa
·         Guru melakukan apresiasi dan motifasi siswa (bagaimana pencernaan pada hewan ruminansia?)
·         Guru menuliskan topik pembelajaran di papan tulis
·         Guru membacakan topik pembelajarannya

2.      Kegiatan inti ( 30 menit )
Ø  Eksplorasi (5 menit)
·      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan disampaikan sesuai dengan indikator.
Ø  Elaborasi (15 menit).
·      Guru menugaskan kepada para siswa untuk mendiskusikan gambar yang diberikan oleh guru sesuai dengan indikator.
·      Guru sebagai fasilitator, motivator, moderator dalam diskusi devisi dan mengecek lembar observasi.
Ø  Konfirmasi (10 menit)
·      Guru menugaskan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
·      Siswa bertanya jawab dengan guru tentang hal-hal yang tidak diketahui siswa.
3.      Kegiatan Akhir ( 5 menit )
·         Guru membimbing siswa menyimpulkan semua materi mengacu pada indikator atau tujuan.

K.    SUMBER PEMBELAJARAN
-          Buku kerja Biologi 2B, Lgn, Kristiyono, Esis
-          Buku Biologi XI, Dyah Aryulina dkk, Esis, Bab VI
-          Beberapa bahan makanan
-          Tabung reaksi
-          Rak tabung reaksi
-          Pembakar spiritus
-          Regen biurat, iod, dan benedict  

L.     PENILAIAN PEMBELAJARAN
            Pertemuan Pertama
            Tehnik penilaian pada saat proses diskusi yaitu dengan mengikuti poin-poin yang mencakup nilai kognitif, afektif, serta psikomotor
1.       Jenis tugas evaluasi : tertulis esay
2.       Alat penilaian : soal dan kunci jawaban
a.       Proses
·         Lembar observasi
Hari/ Tanggal         :
Kelas/Semester      : XI / 2


Aspek yang dinilai
NILAI
NO
NAMA SISWA
Kognitif
Afektif
Psikomotor



KB
KM
KMn
KK
D
S
A
So
Trtb
Keb
1.
A











2.
B











3.
C











4.
D











5.
E











6.
F












KETERANGAN :
KB      : kemampuan bertanya                        S          : sikap
KM      : kemampuan menjawab                     A         : aktiv
KMn    : kemampuan menerima                     
KK      : kemampuan kerja sama
D         : disiplin





I. LEMBAR KERJA SISWA
Pertemuan pertama
Menguji Kandungan Nutrisi pada Makanan

A.    Tujuan
Mengetahui jenis zat nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan.

B.     Alat dan Bahan
1.      Bahan-bahan makanan, misalnya beras. Roti, kanji atau pati, kentang, ikan, tepung terigu (bahan-bahan ini boleh diganti dengan yang lain), buah-buahan, tablet vitamin C.
2.      Larutan lugol/iodium
3.      Reagen benedict
4.      Fehling A dan Fehling B
5.      Regen Biuret
6.      Dua puluh tabung reaksi dengan raknya
7.      Gelas ukur
8.      Akuades
9.      Pipet

C.     Cara kerja
1.      Untuk pengujian kandungan nutrisi, bahan makanan yang padat sebaiknya digerus dahulu dan dijadikan larutan, masing-masing dengan 100 ml air.
2.      Ujilah tiap bahan makanan yang ada dengan pengujian seperti berikut :
a.      Pengujian amilum
Untuk pengujian amilum boleh menggunakan bahan padat ataupun larutan.
Cara pengujian :
Bahan makanan yang ingin diketahui kandungan amilumnya ditetesi dengan larutan lugol encer. Jika menunjukkan warna biru sampai hitam, berarti bahan makanan tersebut positif mengandung amilum.
b.      Pengujian gula
Larutan bahan makanan yang akan diuji dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu ditetesi dengan Fehling A dan B. larutan akan berwarna biru. Kemudian panaskan tabung reaksi hati-hati. Jika warna biru pada larutan berubah menjadi hijau sampai oranye, berarti bahan makanan tersebut mengandung gula.
       Lakukan pengujian ini untuk kelima bahan makanan yang ada, lalu buatlah catatan makanan apa saja yang mengandung gula. Jika pengujian dilakukan dengan pereaksi reagen benedict, bahan makanan yang mengandung gula akan berwarna jingga (merah bata).
c.       Pengujian protein
Pengujian protein dapat menggunakan reagen Biuret atau reagen Milion Nase.
1)      Menggunakan Biuret
Larutan makanan ditetesi dengan 4 tetes reagen Biuret. Jika warnanya berubah ungu, berarti mengandung protein.
2)      Menggunakan Milion Nase
Bahan makanan yang diuji ditetesi reagen Milion nase. Bahan tersebut akan menggumpal dipanaskan. Jika berubah warna menjadi merah, berarti bahan makan tersebut mengandung protein.
d.      Pengujian lemak
Untuk menguji lemak, dapat digunakan kertas Koran. Teteskan larutan yang diuji pada pinggir kertas Koran. Kalau larutan itu mengandung lemak, pinggir kertas Koran tampak buram. Pengujian lemak dapat juga menggunakan etanol dan air. Caranya, masukkan  5 ml etanol dalam tabung reaksi. Kemudian madukkan 2 tetes larutan bahan yang diuji. Tuangkan etanol dan bahan ini ke dalam tabung reaksi yang berisi 5 ml air. Jika terbentuk emolsi putih keruh, berarti bahan makanan yang diuji mengandung lemak.
e.       Pengujian vitamin C
Pengujian kandungan vitamin C dalam bahan makanan dilakukan dengan cara membandingkannya dengan kadar vitamin C tablet yang telah diketahui.
Mula-mula kita uji dulu ukuran pipet tetes dengan gelas ukur. Misalnya, tiap 1 ml = 15 tetes. Lalu, kita larutkan 50 mg vitamin C dalam 50 ml akuades. Berarti, tiap 1ml (15 tetes) larutan vitamin C mengandung 1 mg vitamin C.
Setelah itu kita lakukan pengujian dengan larutan amilum iodida.
Larutan amilum iodide berwarna biru dapat terbuat dari1 ml kanji (pati) dilarutkan dalam 25 ml akuades, ditambah 2 tetes lugol. Kocoklah! Lakukan pengujian seperti gambar!
·         Larutan vitamin C
Misalnya biru hilang setelah 10 tetes, berarti larutan vitamin C yang terkandung di dalamnya
10/15 x 1 mg = 2/3 mg
·         Air apel
Misalkan warna biru hilang setelah 20 tetes, berarti 20 tetes air apel sebanding dengan 10 tetes larutan vitamin C yang mengandung 2/3 mg vitamin C.
Jadi, 1 ml air apel mengandung vitamin C = 15/20 x 2/3 mg = 0,5 mg.
Lakukan pengujian ini terhadap berbagai macam buah!

D.    SOAL
1.      Apa saja bahan makanan yang mengandung amilum?
2.      Apa saja bahan makanan yang mengandung gula?
3.      Apa saja bahan makanan yang mengandung protein?
4.      Apa saja bahan makanan yang mengandung lemak?
5.       Apa saja bahan makanan yang mengandung vitamin C?

RUBRIK PENILAIAN
NO
Deskription
skor
1
 Jika lembar jawaban kosong
0
2
 Jika lembar jawaban salah dengan bahasa yang baik
5
3
 Jika jawaban kurang lengkap dengan bahasa  baik dan
10

 benar / tidak

4
 Jika  jawaban benar / lengkap dengan bahasa kurang baik
15
5
Jika jawaban benar / lengkap dengan bahasa baik dan benar
 20












II. SOAL TUGAS EVALUASI (pekerjaan rumah)
Pertemuan kedua
Jenis soal : esay
1. Sebutkan dan jelaskan saluran pencernaan pada manusia!
2. Sebutkan dan jelaskan kelenjar pencernaan pada manusia!
3. jelaskan gangguan dan kelainan pada sistem pencernaan pada manusia!
4. Jelaskan jelaskan perbedaan sistem pencernaan manusia dan hewan mamalia!
5. Sebutkan dan jelaskan saluran pencernaan pada hewan ruminansia!

RUBRIK PENILAIAN
NO
Deskription
skor
1
 Jika lembar jawaban kosong
0
2
 Jika lembar jawaban salah dengan bahasa yang baik
5
3
 Jika jawaban kurang lengkap dengan bahasa  baik dan
10

 benar / tidak

4
 Jika  jawaban benar / lengkap dengan bahasa kurang baik
15
5
Jika jawaban benar / lengkap dengan bahasa baik dan benar
 20









Jumat, 25 Mei 2012

Makalah Penyakit Maag


MAKALAH
PENYAKIT MAAG


 



NAMA : AINI RIZKIANA
NIM :1005015068
KELAS : REGULER PAGI B
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BIOLOGI 2010
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pada umumnya masyarakat hanya mengetahui tentang gejala dan hanya mengandalkan obat warung untuk mengobatinya, tanpa mengetahui penyebab dan pencegahannya. Oleh karena makalah ini diutamakan pada penjelasan lebih jelas mengenai penyakit maag, asal usul datanganya penyakit maag. Agar masyarakat dapat menangani cara pencegahan serta cara mengobatinya dengan benar.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa penyebab utama penyakit maag?
2.      Berapa jenis penyakit maag dan bahayanya?
3.      Bagaimana cara mencegah penyakit maag?
4.      Bagaimana cara mengobati penyakit maag?

C.     Tujuan
1.      Agar masyarakat umum mengetahui apa penyebab utama penyakit maag.
2.      Agar masyarakat umum dapat mengetahui cara pencegahan dan cara mengobati penyakit maag dengan benar.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penyakit Maag
Penyakit maag pada dasarnya dibagi menjadi dua kategori. Penyakit maag akut dan penyakit maag kronis. Penyakit maag itu sendiri, senyatanya bukanlah merupakan penyakit tunggal. Penyakit maag muncul akibat dari beberapa kondisi kesehatan yang buruk. Yang acap kali terjadi dan kerap ditemui adalah, peradangan pada lambung timbul akibat dari bakteri bernama Helicobacter pylori. Bakteri yang juga dikenal sebagai bakteri yang dapat menyebabkan borok (ulcer) pada lambung. Penyakit maag yang disebabkan oleh bakteri ini dikategorikan sebagai penyakit maag kronis. Perlu untuk masyarakat awam ketahui, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori bisa sangat membahayakan. Pengobatan penyakit maag kronis sama sekali tidak bisa dianggap enteng karena dapat meningkatkan resiko terkena kanker lambung.
Selain penyakit maag kronis, penyakit maag yang paling banyak didapati di masyarakat adalah penyakit maag akut. Penyebab penyakit maag akut rata-rata disebabkan oleh stress, pemakaian zat-zat kimia tertentu, konsumsi minuman keras, serta kebiasaan menyantap makanan yang terlalu pedas atau kelewat asam. Ketika seseorang mengalami stress, akan timbul perangsangan saraf simpatis NV atau Nervus vagus, yang serta merta akan meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung. Tingginya produksi asam klorida  di dalam lambung akan mengakibatkan rasa mual, muntah-muntah dan juga anoreksia. Namun, berita baiknya, penyakit maag akut dapat diobati dengan mudah asalkan benar-benar bersedia merubah gaya hidup anda menjadi lebih baik dan lebih sehat.

B.     Gejala dan Penyebab Penyakit Maag
Dibawah ini saya akan membuat ringkasan dari tulisan di atas. Anda bisa mengetahui dan mempelajari apa-apa saja gejala, penyebab dan cara-cara mudah untuk hidup lebih sehat dan bebas penyakit maag.
Beberapa gejala yang lazim didapati pada penderita penyakit maag adalah sebagai berikut:
·         Nyeri atau rasa seperti terbakar pada perut
·         Perut terasa kembung dan terus menerus bersendawa
·         Mual dan muntah-muntah
·         Kehilangan selera makan
·         Cegukan
·         Diare

Adapun penyebab dari timbulnya penyakit maag antara lain adalah:
·         Efek dari pemakaian obat-obatan tertentu secara terus-menerus (aspirin, ibuprofen, naproxen)
·         Pemakaian zat-zat kimia seperti kokain
·         Radiasi atau kemoterapi
·         Meningkatnya cairan asam lambung
·         Konsumsi alkohol
·         Terlalu banyak makan atau terlalu banyak mengkonsumsi makanan panas dan pedas
·         Merokok (penggunaan tembakau)
·         Kopi dan minuman lain yang mengandung kafein
·         Kecemasan dan tingkat stress yang tinggi
C.     Bahaya Penyakit Maag
Bahaya Penyakit Maag adalah bisa menimpulkan gejala kanker lambung. Karena itu jika Anda menderita penyakit maag, jangan dibiarkan. Sebab penyakit maag bisa menjadi parah dan menimpulkan penyakit lainnya.
Penyakit maag merupakan kondisi yang sangat mengganggu aktivitas dan bila tidak ditangani dengan tepat, dapat berakibat fatal. Sakit maag juga paling banyak dialami oleh mereka yang masih dalam usia produktif. Karena itu penyakit ini tidak pandang usia.
Di Indonesia, tingkat kesadaran masyarakat masih sangat rendah mengenai pentingnya menjaga kesehatan lambung. Padahal kenyataannya, sakit maag atau istilah ilmiah dikenal dengan dispepsia ini sangat menganggu aktivitas sehari-hari, baik bagi remaja maupun orang dewasa. Selain itu bahaya penyakit maag jika dibiarkan akan merusak fungsi lambung.
Umumnya, penduduk kota besar yang padat dengan kesibukan kurang menjaga pola makannya secara teratur. Sehingga Bahaya Penyakit Maag bisa kapan saja datang. Kalau tubuh selalu telat menerima asupan makanan, apa yang akan terjadi di kemudian hari?
Telat makan, maka tubuh kurang pasokan energi. Padahal, tubuh butuh energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Cadangan energi tubuh akan diserap sehingga kelelahan lebih cepat, dan terasa lebih berat.
Kalau sudah begini, penyakit maag pun sulit dihindari. Penelitian yang dilakukan di Indonesia dan juga luar negeri menunjukkan bahwa keluhan penyakit maag fungsional paling banyak ditemui, yaitu mencapai 70-80 persen dari seluruh kasus. Sakit maag fungsional adalah sakit maag yang bukan disebabkan oleh gangguan pada organ lambung melainkan lebih sering dipicu oleh pola makan yang kurang sesuai, juga faktor psikis dan kecemasan. Bahkan jika ditelaah lebih jauh, penyakit maag bisa berakibat fatal bagi kesehatan.
Bahaya penyakit maag juga bisa menjadi salah satu gejala kanker lambung. Sakit maag yang berulang kali dan tidak sembuh walaupun sudah diobati, lebih baik segera diperiksakan ke dokter. Sebab itu indikasi bahaya penyakit maag yaitu timbulnya penyakit kanker.
Menjaga kesehatan lambung bukan saja untuk menghindari Bahaya Penyakit Maag, tetapi merupakan investasi jangka panjang terutama menghindari kanker lambung. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan memulai pola makan yang sehat.

D.    Cara Mengobati Penyakit Maag
Cara-cara mudah untuk mengobati penyakit maag dapat kita lakukan dengan:
·         Mengikuti diet khusus untuk penderita penyakit maag
·         Meminum obat yang dianjurkan secara teratur sampai benar-benar sembuh dan terbebas dari penyakit maag
·         Makanlah makanan yang sehat dan tidak terlalu berat dengan bumbu atau rempah. Contohnya roti panggang, sampai anda benar- benar sembuh
·         Kurangi porsi makanan yang anda santap. Makanlah dalam posi kecil setiap kalinya.
·         Hindari makanan yang terlalu pedas untuk sementara waktu, atau buah-buahan dengan kadar asam tinggi seperti anggur.
·         Jauhi minuman yang mengandung alkohol dan kafein, begitu pula soda dan kola.
·         Jangan makan secara berlebih-lebihan atau melewatkan waktu makan. Makanlah dengan teratur di waktu-waktu yang tepat.
·         Istirahat yang cukup.
·         Hindari stress. Nikmati dan syukuri hidup anda.
























BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Secara keseluruhan, penyakit maag dapat disimpulkan sebagai penyakit umum yang tergolong ringan namun bisa sangat mengganggu para penderitanya. Tetapi kita tidak perlu terlalu khawatir  .  Penyakit maag dapat dengan mudah disembuhkan dengan pengobatan yang juga relatif sederhana. Akan tetapi, tetap saja yang paling baik adalah mencegah. Makan dan minum-minuman yang sehat dan menjauhi makanan sampah, tidur yang cukup dan berkualitas, serta berolahraga dengan teratur akan menjauhkan dan melindungi anda dari penyakit maag  .










DAFTAR PUSTAKA

Http://penyakitmaag.com/mengetahui-lebih-jauh-bakteri-helicobakteripylori.html-#more-316
Http://penyakitmaag.com/penyakit-maag.html
Http://penyakitmaag.com/penyakit-gastritis-pada-anak.html#more-310
Http://penyakitmaag.com/beberapa-penebab-gastritis.html#more-305
Http://penyakitmaag.com/bahaya-penyakit-maag-salah-satu-gejala-kanker-lambung.html#more-282